Harumkan Nama Bangsa: Dosen FH UMM Masuk Jajaran 100 Akademisi Terbaik Dunia Bidang Ilmu Sosial

Harumkan Nama Bangsa: Dosen FH UMM Masuk Jajaran 100 Akademisi Terbaik Dunia Bidang Ilmu Sosial

30 April 2026
Administrator
Pendidikan 17 kali dibaca

Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kampus Putih. Sholahuddin Al Fatih, M.H., seorang dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), sukses mencatatkan namanya dalam daftar elit 100 Akademisi Terbaik Dunia di bidang Ilmu Sosial versi pemeringkatan measuresHE.

Capaian prestisius ini menempatkan Sholahuddin, yang akrab disapa Fatih, berada di peringkat ke-91 dunia. Pencapaian ini sangat istimewa karena ia bersanding dengan para peneliti dari institusi pendidikan ternama kelas dunia, seperti Oxford University di Inggris hingga Deakin University di Australia.


Mengenal Sistem Penilaian MeasuresHE

Berbeda dengan pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE dikenal memiliki pendekatan yang sangat spesifik dan objektif. Mereka menilai rekam jejak individu peneliti secara murni tanpa melibatkan skema langganan berbayar. Fokus utamanya adalah pada kualitas, kedalaman, dan dampak nyata dari setiap karya akademik yang dihasilkan.

Fatih menjelaskan bahwa terdapat tiga indikator metrik ketat yang digunakan dalam penilaian ini untuk mengidentifikasi seorang akademisi sebagai "pilar intelektual sejati":

  1. Research Gravitas: Mengukur kedalaman intelektual dari suatu penelitian.

  2. Olympic Mean: Menyaring konsistensi mutu karya ilmiah yang dihasilkan dari waktu ke waktu.

  3. Interaction Credit: Bentuk apresiasi terhadap kolaborasi ilmiah yang substantif dan berdampak.

Seluruh data penilaian tersebut dilacak secara transparan melalui profil akademik yang terverifikasi di platform global seperti Scopus dan Web of Science.


Riset yang Menjawab Tantangan Zaman

Bagi Fatih, menembus jajaran elit akademisi dunia bukanlah sekadar perkara memperbanyak jumlah publikasi. Ia memegang teguh prinsip bahwa sebuah karya ilmiah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas.

"Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi," tegasnya.

Salah satu karya unggulannya lahir pada masa pandemi tahun 2021, di mana ia membedah konsekuensi hukum dari ekspresi masyarakat di media sosial. Riset ini menyoroti bagaimana aktivitas digital dapat memicu dampak nyata, mulai dari tekanan psikologis hingga jeratan hukum. Melalui kajian ini, Fatih ingin menjembatani agar hukum tidak hanya berhenti sebagai konsep di atas kertas, tetapi hadir sebagai solusi aplikatif di tengah disrupsi teknologi.


Inspirasi bagi Akademisi Muda

Hingga saat ini, Fatih telah menghasilkan sekitar 60 artikel terindeks Scopus dan ratusan karya ilmiah lainnya di Google Scholar. Fokus kajiannya konsisten pada isu strategis seperti teknologi, media sosial, dan dinamika hukum masa kini.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat para dosen dan mahasiswa, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, untuk terus berkarya. Pesan Fatih bagi para peneliti muda pun sangat sederhana namun kuat: "Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!"

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan riset di Universitas Muhammadiyah Malang telah diakui di level internasional, sekaligus mempertegas posisi UMM sebagai pusat keunggulan intelektual yang berkemajuan.


Referensi:

  1. Universitas Muhammadiyah Malang: https://umm.ac.id/dosen-umm-sholahuddin-raih-prestasi-academic-dunia/

  2. Universitas Muhammadiyah Malang: https://umm.ac.id/dosen-umm-masuk-top-100-akademisi-terbaik-dunia-2/

Bagikan: