Lebaran Dua Kali? Ini Rahasia Beda Idulfitri vs Lebaran Ketupat!
Setelah gempuran rendang dan opor di hari raya, masyarakat Malang Raya kini bersiap menghadapi "Ronde Kedua" kemeriahan Syawal: Lebaran Ketupat. Bagi sebagian orang, mungkin muncul pertanyaan; kenapa kita merayakan Lebaran sampai dua kali?
Untuk tahun 2026, tradisi ini jatuh pada Jumat, 27 Maret 2026 atau tepat di tanggal 8 Syawal. Namun, jangan salah sangka, Lebaran Ketupat bukan sekadar "Lebaran Susulan". Ada perbedaan mendasar yang membuat tradisi ini sangat istimewa bagi masyarakat Jawa dan warga Malang pada khususnya.
Perbedaan pertama terletak pada waktunya. Jika Idulfitri dirayakan tepat pada 1 Syawal sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadan, Lebaran Ketupat baru digelar seminggu kemudian. Momen ini menjadi selebrasi bagi mereka yang telah menuntaskan ibadah Puasa Sunnah enam hari di bulan Syawal. Jadi, bisa dibilang Lebaran Ketupat adalah "pesta kelulusan" bagi yang berhasil mengejar pahala setahun penuh tersebut.
Kedua adalah soal simbol kulinernya. Pada Idulfitri, hidangan yang disajikan sangat beragam mulai dari kue kering hingga masakan berat. Namun, pada Lebaran Ketupat, menu utama wajibnya adalah Ketupat dan Lepet. Di Malang, biasanya ketupat dinikmati bersama lodeh pedas atau opor ayam dalam acara kenduri warga yang sangat guyub.
Ketupat bukan sekadar nasi yang dibungkus janur. Secara filosofis, Kupat merupakan kependekan dari "Ngaku Lepat" yang artinya mengakui kesalahan. Ini adalah momen bagi kita untuk kembali membuka pintu maaf jika ada kerabat atau tetangga yang belum sempat dikunjungi di hari pertama Lebaran.
Selain itu, ada semangat "Laku Papat" yang terkandung di dalamnya:
- Lebaran: Menandai usainya waktu berpuasa.
- Luberan: Simbol melimpahnya berkah dan ajakan untuk sedekah makanan.
- Leburan: Momen melebur dosa dengan saling memaafkan.
- Laburan: Melambangkan hati yang kembali putih bersih (suci) layaknya kapur putih.
Melalui tradisi ini, masyarakat Malang diajarkan untuk tidak hanya saleh secara individu dengan berpuasa, tapi juga saleh secara sosial dengan berbagi makanan dan mempererat silaturahmi.
Referensi: