Mengapa Muhammadiyah Menjadi Organisasi Paling "Adem" di Indonesia?
Melansir informasi dari video channel YouTube Bossman Mardigu berjudul "Organisasi Paling Adem di Indonesia !!! - Mardigu Wowiek", Muhammadiyah merupakan organisasi yang sangat unik karena di usianya yang telah mencapai 113 tahun, ia tetap tampil lincah, produktif, dan terus berkembang melalui ribuan universitas, rumah sakit, hingga pondok pesantren. Meskipun tercatat sebagai salah satu organisasi masyarakat terkaya di Indonesia dengan aset triliunan rupiah, Muhammadiyah dikenal memiliki suasana internal yang sangat tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perebutan kekuasaan.
Tradisi "Saling Menolak" Jabatan. Salah satu fenomena yang paling menarik perhatian adalah suasana setiap Muktamar atau pergantian kepemimpinan. Berbeda dengan organisasi lain yang sering diwarnai drama perebutan kursi, di Muhammadiyah justru sering terjadi tradisi saling menolak jabatan. Para kader cenderung saling mendorong orang lain yang dianggap lebih layak dengan prinsip "monggo jenengan saja" (silakan Anda saja). Bahkan, dalam sejarahnya, pernah terjadi momen di mana formatur harus "meminang" calon ketua umum agar bersedia mengemban amanah tersebut.
Amanah sebagai Beban, Bukan Kehormatan. Rahasia di balik ketenangan ini terletak pada kultur yang sudah tertanam selama ratusan tahun. Sejak dini, kader Muhammadiyah dididik dengan prinsip bahwa jabatan adalah sebuah tanggung jawab berat (taklif), bukan sebuah kemuliaan atau keistimewaan (tasyrif). Ketika seseorang terpilih, yang dirasakan bukanlah kemenangan naik level, melainkan beban amanah yang akan menyita waktu dan pikiran mereka demi umat.
Sistem Pemilihan dan Manajemen Kolektif. Sistem pemilihan di Muhammadiyah menggunakan metode formatur, di mana peserta memilih nama-nama layak yang kemudian bermusyawarah secara tertutup untuk menentukan ketua umum. Tidak ada kampanye visi-misi dengan baliho besar atau slogan-slogan ambisius. Selain itu, aset Muhammadiyah dikelola secara kolektif di bawah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan manajemen yang sangat ketat. Seorang ketua umum tidak memiliki otoritas pribadi atas aset-aset tersebut, sehingga yang diperebutkan memang murni beban kerja, bukan harta kekayaan.
DNA Ketertiban dan Kedewasaan Organisasi. Kaderisasi yang panjang membuat mereka yang duduk di pucuk pimpinan adalah sosok-sosok yang sudah kenyang pengalaman dan memiliki kerendahan hati yang tinggi. Muhammadiyah memiliki DNA ketertiban yang sangat kuat; forum-forum besarnya sering kali terlihat tenang seperti rapat dosen atau seminar penelitian, di mana debat dilakukan dengan volume sopan dan argumen yang jernih. Nilai-nilai moral yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan inilah yang menjaga Muhammadiyah tetap menjadi oase yang jernih di tengah suhu politik yang sering kali memanas.
Referensi:
Video YouTube Kanal Bossman Mardigu: INILAH ALASAN KENAPA MUHAMMADIYAH MENJADI ORGANISASI PALING ADEM DI INDONESIA !!! - Mardigu Wowiek