Takbiran dan Nyepi 2026 Berbarengan: Muhammadiyah Bali Serukan Semangat Toleransi dan Ketertiban
DENPASAR – Sabtu, 14 Maret 2026 – Fenomena langka akan terjadi pada perayaan hari besar keagamaan tahun ini, di mana malam Takbiran menyambut Idul Fitri 1447 H diprediksi akan berlangsung bersamaan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali mengeluarkan imbauan strategis untuk menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.
Melansir dari informasi resmi di laman Muhammadiyah.or.id, Muhammadiyah Bali menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai toleransi serta mematuhi protokol ketertiban yang telah disepakati bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah setempat. Dalam situasi ini, Muhammadiyah mengimbau seluruh warga persyarikatan di Bali untuk melaksanakan syiar takbiran dengan cara yang khidmat namun tetap menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani Catur Brata Penyepian.
Beberapa poin utama dalam imbauan tersebut antara lain adalah peniadaan penggunaan pengeras suara luar (toa) saat takbiran di masjid atau mushala. Sebagai gantinya, takbiran cukup dilakukan di dalam ruangan dengan volume suara yang terbatas. Selain itu, mobilitas warga menuju tempat ibadah juga diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu keheningan malam Nyepi, dengan berkoordinasi erat bersama pihak keamanan desa adat atau Pecalang.
Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari konsep "Moderasi Beragama" yang selama ini digaungkan oleh Muhammadiyah. Dengan mengedepankan dialog dan rasa saling menghargai, Muhammadiyah Bali berharap momentum kebersamaan dua hari besar ini dapat mempererat tali persaudaraan kebangsaan dan menunjukkan wajah Islam yang damai serta inklusif di tengah keberagaman budaya Indonesia.
Referensi: