Cara PCM Klojen Dongkrak Kualitas Tenaga Pendidik & Kependidikan

Cara PCM Klojen Dongkrak Kualitas Tenaga Pendidik & Kependidikan

01 Agustus 2026
Administrator
Pendidikan 4 kali dibaca

Kota Malang - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) kecamatan Klojen, kota Malang menggelar bimbingan teknis bertajuk upgrading 2026 bagi tenaga pendidik dan kependidikan di auditorium SMP Aisiyah Muhammadiyah 3 di jalan Thamrin no 3 kota setempat pada Sabtu (1/8). Mengusung tema ‘Berkhidmat dengan hati, menumbuhkan etos kerja dan loyalitas guru Muhammadiyah sebagai pelaku dakwah pendidikan", kegiatan ini diperuntukkan bagi kalangan/ jajaran amal usaha pendidikan Muhamamdiyah dilingkungan PCM Klojen.

Acara pembekalan ini menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu Direktur Pasca Sarjana UMM, Prof. Dr. Khozin, M. Si., ketua Majlis Dikdasmen dan Pendidikan non formal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan Wakil direktur 1 pasca sarjana UIN Maliki dan motivator nasional, Prof. like Rascova Oktoberlina, M. E. d. Sedangkan peserta bimbingan teknis ini terdiri dari 185 guru karyawan di lembaga PCM Klojen yakni dari SD Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 3, SMK Muhammadiyah 1 dan SMA Muhuammadiyah 1 kota Malang.

Ketua PCM Klojen, Hafidz SPd.,Md.I dalam sambutannya mengatakan jika pendidikan yang dikembangkan Muhammadiyah selama ini bertahan lebih dari satu abad dan selalu relevan pada setiap zaman. Karena sekolah Muhammadiyah memiliki materi khas yaitu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Artinya, eksistensi AIK bukan hanya sekedar materi biasa, tapi lebih pada sebuah proses cara berfikir, bersikap dan berkarya , sehingga setiap lulusan dapat memberi manfaat pada pribadi dan lingkungannya.

 

Ditambahkan pria yang juga seorang tenaga pendidik itu jika sekolah  Muhammadiyah mempunyai satu konsep yang menjadi nafas bagi seluruh gerakan Muhammadiyah yaitu Islam berkemajuan. Yakni cara memahami Islam sebagai agama yang mendorong manusia  untuk terus belajar,  berfikir, berinovasi dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan manusia. “Karena itu, belajar sain dan ilmu sosial adalah suatu ibadah,” imbuhnya.

“Menguasai sain merupakan bentuk pengabdian kepada Allah Swt dan belajar teknologi merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan solusi  atas persoalan hidup manusia. Ilmu tidak bisa dipisahkan dari  nilai-nilai keislaman. Seperti yang disampaikan Menteri Dikdasmen, Prof. Mu'ti jika Kunci kesuksesan itu apabila guru memanusiakan murid dan murid menghormati guru, sehingga keduanya memuliakan ilmu,” urai Hafidz.

Lebih jauh dia menyampaikan, maka dari itu, saat di dalam kelas hendaknya murid diajak untuk berfikir kritis, didorong untuk bertanya untuk mencari solusi, berdiskusi  bahkan berani menyampaikan gagasan. Karena bagi Muhammadiyah berfikir kritis bukan ancaman bagi hilangnya keimanan, justeru menjadi salah satu jalan untuk memahami kebesaran Allah Swt. Saat di luar kelas, nilai-nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Maka ilmu dan sain harus berjalan berdampingan, prestasi dan akhlaq harus  tumbuh bersamaan,” ungkapnya.

Hafidz juga menyampaikan jika lulusan sekolah Muhammadiyah tidak hanya sukses secara pribadi, tapi diharapkan menjadi  pelayan masyarakat. Apabila mereka kelak menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memimpin dengan jujur, menjadi ilmuwan yang berintegritas, menjadi usahawan yang beretika, menjadi warga negara yang bertanggungjawab serta bermoral.

“Jadi sebagai benang merah yang mempertemukan dalam pendidikan  Muhammadiyah yaitu  menanamkan karakter  kejujuran, kedisiplinan, semangat belajar dan pengabdian untuk kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi,” bebernya.

Karena itulah, kata Hafidz, maka sekolah Muhammadiyah tidak boleh berhenti untuk terus berbenah, kurikulum disesuaikan, guru-gurunya terus ditingkatkan kompetensinya, teknologi mulai diintegrasikan ke dalam pembelajaran.“Ingat satu hal yg tidak hilang dalam setiap proses  pembelajaran  yaitu nilai-nilai Islam berkemajuan,” pungkasnya.(asa)

Bagikan: