Gerakan Cinta Lingkungan MIC Maanis Diapresiasi Walikota Malang
Kota Malang - Wali kota Malang, Wahyu Hidayat menghadiri acara dialog berlabel ‘Jamaah Cinta Lingkungan Hidup, Merawat Alam Menjaga Kehidupan’, pada Minggu (9/8) di masjid Manarul Islam di Jalan Danau Bratan Raya No 1 Sawojajar kota Malang. Menurut wali kota Wahyu, kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat dakwah yang tidak hanya mengajak umat untuk memperkuat hubungan dengan allah subhanahu wa ta'ala (hablum minallah), tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan (hablum minannas serta hablum minal 'alam).
Pihaknya juga menyambut baik kehadiran Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam (MIC MANIS) yang memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan umat, pengembangan pendidikan islam, penguatan dakwah yang moderat, serta ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam melahirkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan kota Malang. Pada kesempatan ini, orang nomor satu di pemkot Mlanag itu, turut menyampaikan dukungan dan doa terbaik kepada masjid besar Manarul Islam yang berhasil menjadi finalis masjid award tingkat provinsi Jawa Timur. “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kota Malang sekaligus menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, pelayanan sosial, pendidikan, dan penggerak budaya peduli lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut Wahyu menyampaikan semoga nantinya masjid Manarul Islam akan memperoleh hasil terbaik dan semakin menginspirasi masjid-masjid lainnya di kota Malang. Sehingga kedepan masjid-masjid di kota ini akan lebih maju dan berkembang lagi. “Persoalan lingkungan hidup merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama. sampah, pencemaran, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga dampak perubahan iklim mengingatkan kita bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah yang diberikan allah subhanahu wa ta'ala kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi,” urai Wali kota Wahyu.
Menurut pria yang juga kerab disapa pak mbois itu, alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan, melainkan titipan yang harus dirawat, dijaga keseimbangannya, dan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang lebih baik. karena itu, setiap ikhtiar untuk menjaga kebersihan, mengurangi kerusakan, serta melestarikan lingkungan sejatinya juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan. “Untuk itu, saya meyakini bahwa dakwah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan menggerakkan aksi nyata masyarakat. Dakwah harus mampu menginspirasi lahirnya kebiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah yang baik, penghijauan, serta berbagai langkah sederhana yang berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” urainya.
Melalui forum dialog jamaah cinta lingkungan hidup ini, Wahyu pun berharap akan terbangun kesamaan pemahaman, komitmen, dan sinergi dalam mewujudkan gerakan bersama menjaga kelestarian alam. “Ketika nilai-nilai keagamaan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan, maka kita akan mampu menghadirkan masyarakat yang religius, peduli, serta mewujudkan kota Malang yang semakin bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” imbuhnya. Pernyataan serupa disampaikan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Malang, Abdul Haris. Dikatakannya, bahwa Muhammadiyah kota Malang siap mendukung dan berkolaborasi dengan pemkot Malang dalam hal apapun, khususnya dalam membangun serta memperbaiki lingkungan hidup. (asa)