Menghidupkan Sunnah: Mengapa Muhammadiyah Mengutamakan Salat Id di Lapangan?
Pelaksanaan salat Idulfitri dan Iduladha di lapangan terbuka telah menjadi ciri khas yang melekat pada warga Muhammadiyah. Praktik ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ketaatan terhadap sunnah Rasulullah SAW yang dijaga kemurniannya oleh persyarikatan.
Melansir dari laman resmi Muhammadiyah dan unggahan @adihidayatofficial, pelaksanaan salat Id di lapangan terbuka (mushalla) merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Muhammadiyah, melalui Putusan Tarjih, konsisten mengamalkan hal ini sebagai upaya mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW secara presisi.
Dasar Hadis Pelaksanaan di Lapangan
Dalil utama yang menjadi rujukan adalah hadis dari Abu Sa’id al-Khudri RA:
"Rasulullah SAW biasa keluar menuju lapangan (mushalla) pada hari Idulfitri dan Iduladha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah melaksanakan salat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam konteks hadis ini, kata "mushalla" merujuk pada tanah lapang yang luas di pinggir kota, bukan bangunan masjid atau ruangan kecil seperti pengertian mushala di Indonesia saat ini.
Perspektif Majelis Tarjih Muhammadiyah
Melansir dari Suara Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan beberapa alasan mengapa lapangan lebih diutamakan daripada masjid:
- Mengikuti Manhaj Nabi: Nabi Muhammad SAW hampir selalu melaksanakan salat Id di lapangan, kecuali jika ada uzur seperti hujan.
- Syi'ar Islam: Pelaksanaan di lapangan terbuka memungkinkan umat Islam berkumpul dalam jumlah yang sangat besar, menunjukkan kekuatan, persatuan, dan kegembiraan umat (Izhharusy-Syi’ar).
- Inklusivitas: Lapangan memberikan ruang bagi wanita yang sedang berhalangan (haid) untuk tetap hadir mendengarkan khutbah dan merasakan suasana hari raya di pinggir area salat, sesuai dengan perintah Nabi.
Kapan Salat Id Dilakukan di Masjid?
Muhammadiyah tidak mengharamkan salat Id di dalam masjid. Namun, masjid diposisikan sebagai alternatif jika terdapat uzur syar'i. Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA:
"Bahwa mereka (para sahabat) pernah diguyur hujan pada hari Id, maka Nabi SAW melaksanakan salat Id bersama mereka di dalam masjid." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Oleh karena itu, jika cuaca cerah dan memungkinkan, Muhammadiyah sangat menganjurkan panitia hari raya untuk mengupayakan lapangan sebagai lokasi utama guna meraih keutamaan sunnah.
Referensi:
Muhammadiyah.or.id:
Tuntunan Salat Idul Fitri dan Idul Adha Suara Muhammadiyah:
Salat Id di Lapangan atau Masjid? Instagram:
@adihidayatofficial - Sunnah Salat Id