Mengulik Agar Masalah Jadi Anugerah
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kedungkandang menggelar pengajian bulanan di masjid Al Hasyr yang berada di Jalan KH Hasyim V kelurahan Kedungkandang kota Malang pada Minggu (27/9). Dalam pengajian rutin ini menghadirkan Ustad Fakhruddin Alamsya, S.Kom yang merupakan anggota Corp Mubaligh Muhammadiyah (CMM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Malang.
Diikuti ratusan
warga Muhammadiyah dan Aisiyah, pengajian kali mengusung tema ‘Mengubah Masalah
Menjadi Anugerah’. Dalam kajian ini disampaikan jika Allah SWT mencintai kita,
maka yang akan diberikan pertama adalah ujian, mudah dalam beribadah/ kebaikan
dan mudah dalam mendatangi majelis ilmu.
Ujian itu,
kata Ustad Fakhruddin, berbanding lurus dengan kehidupan, sehingga setiap orang
pasti mempunyai masalah. Ujian itu juga berbanding lurus dengan pertolongan
Allah SWT. Jika masalah kita bisa diukur sampai 75 persen maka pertolongan
Allah SWT juga 75 persen.
“Sebenarnya,
masalah atau ujian yang kita rasakan tidak sebanding dengan nikmat yang
diberikan Allah SWT. Tapi kita kadang selalu lupa ketika dapat ujian akan hal tersebut.
Rasa khawatir/ takut adalah ujian yang dititipkan Allah SWT sejak kita lahir
dan ujian ini akan berakhir ketika kita sudah meninggal. Ada pula ujian ini
berupa lapar dan rejeki yang berkurang,” paparnya.
Yang
perlu diingat juga, lanjut ustad muda itu, ujian itu diberikan bukan karena
dosa-dosa kita selama ini, karena sampai saat ini masih banyak orang yang berfikiran
seperti itu. Kita diberi ujian karena Allah Swt ingin mengangkat derajat
seseorang. “Jadi jangan sampai kita berburuk sangka ketika dapat ujian. Ada 3
hadiah yang akan menguji kesabaran kita, yaitu ujian yang bertubi-tubi, kita
akan ditinggalkan orang-orang terdekat (teman & saudara) dan ujian ini
merupakan salah saatu alan terkabulnya doa kita,” jelas Fakhruddin.
Dia mencontoh
nabi Ayub A.S yang diberi ujian sakit oleh Allah Swt dengan penyakit yang belum
pernah ada dan tidak akan ada setelah dia sembuh. Setelah sembuh, Nabi Ayub A.S
mendapat berkah yang berlimpah. Kebunnya yang sebelumnya terbakar, dengan
bantuan Allah Swt kini kembali dengan berlipat ganda, begitu juga dengan
ternaknya yang mati kembali 2 kali lipat.
Dam bahkan
12 anaknya yang meninggal, kemudian nabi Ayub A.S diberi 24 anak dan mereka
kembar. Jadi dalam hal ini, semua orang pasti akan diuji dan jangan pernah merasa
paling berat saat diuji. “Ketika dalam hidup ini kita
diuji, maka jangan berfikiran bahwa ujian itu sangat berat dan kita tidak mampu
menerimanya.
“Yang harus kita lakukan saat ujian itu datang yaitu menerima dengan sabar dan lapang dada dan
cari pertolongan terbaik yakni dengan solat. Setiap ujian diberikan agar kita
bersabar dan solat. Kita juga jangan sok tahu/ sok ngerti terkait ujian itu.
Sadarilah semua yang ada di dunia ini adalah titipan Allah SWT,” beber Ustad
Fakhruddin.
Ditambahkannya,
Solat adalah solusi segala permasalahan hidup dan jangan sampai solat ini
dijadikan kewajiban, karena akan berat dalam menjalankan. Solat akan ringan
jika dijadikan sebuah kebutuhan. “Kalau punya masalah curhat lah kepada
Allah SWT, salah satunya lewat solat. Mari kita ubah masalah atau ujian yang
kita hadapi menjadi sebuah anugerah, agar kita selalu sabar dan bersyukur atas
semua nikamt Allah Swt,” tegas Fakhruddin.(asa)