Mengulik Agar Masalah Jadi Anugerah

Mengulik Agar Masalah Jadi Anugerah

27 September 2026
Administrator
Dakwah 29 kali dibaca


Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kedungkandang menggelar pengajian bulanan di masjid Al Hasyr yang berada di Jalan KH Hasyim V kelurahan Kedungkandang kota Malang pada Minggu (27/9). Dalam pengajian rutin ini menghadirkan Ustad Fakhruddin Alamsya, S.Kom yang merupakan anggota Corp Mubaligh Muhammadiyah (CMM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Malang.

 

Diikuti ratusan warga Muhammadiyah dan Aisiyah, pengajian kali mengusung tema ‘Mengubah Masalah Menjadi Anugerah’. Dalam kajian ini disampaikan jika Allah SWT mencintai kita, maka yang akan diberikan pertama adalah ujian, mudah dalam beribadah/ kebaikan dan mudah dalam mendatangi majelis ilmu. 

 

Ujian itu, kata Ustad Fakhruddin, berbanding lurus dengan kehidupan, sehingga setiap orang pasti mempunyai masalah. Ujian itu juga berbanding lurus dengan pertolongan Allah SWT. Jika masalah kita bisa diukur sampai 75 persen maka pertolongan Allah SWT juga 75 persen. 

 

“Sebenarnya, masalah atau ujian yang kita rasakan tidak sebanding dengan nikmat yang diberikan Allah SWT. Tapi kita kadang selalu lupa ketika dapat ujian akan hal tersebut. Rasa khawatir/ takut adalah ujian yang dititipkan Allah SWT sejak kita lahir dan ujian ini akan berakhir ketika kita sudah meninggal. Ada pula ujian ini berupa lapar dan rejeki yang berkurang,” paparnya. 

 

Yang perlu diingat juga, lanjut ustad muda itu, ujian itu diberikan bukan karena dosa-dosa kita selama ini, karena sampai saat ini masih banyak orang yang berfikiran seperti itu. Kita diberi ujian karena Allah Swt ingin mengangkat derajat seseorang. “Jadi jangan sampai kita berburuk sangka ketika dapat ujian. Ada 3 hadiah yang akan menguji kesabaran kita, yaitu ujian yang bertubi-tubi, kita akan ditinggalkan orang-orang terdekat (teman & saudara) dan ujian ini merupakan salah saatu alan terkabulnya doa kita,” jelas Fakhruddin. 

 

Dia mencontoh nabi Ayub A.S yang diberi ujian sakit oleh Allah Swt dengan penyakit yang belum pernah ada dan tidak akan ada setelah dia sembuh. Setelah sembuh, Nabi Ayub A.S mendapat berkah yang berlimpah. Kebunnya yang sebelumnya terbakar, dengan bantuan Allah Swt kini kembali dengan berlipat ganda, begitu juga dengan ternaknya yang mati kembali 2 kali lipat. 

 

Dam bahkan 12 anaknya yang meninggal, kemudian nabi Ayub A.S diberi 24 anak dan mereka kembar. Jadi dalam hal ini, semua orang pasti akan diuji dan jangan pernah merasa paling berat saat diuji. “Ketika dalam hidup ini kita diuji, maka jangan berfikiran bahwa ujian itu sangat berat dan kita tidak mampu menerimanya.

“Yang harus kita lakukan saat ujian itu datang yaitu menerima dengan sabar dan lapang dada dan cari pertolongan terbaik yakni dengan solat. Setiap ujian diberikan agar kita bersabar dan solat. Kita juga jangan sok tahu/ sok ngerti terkait ujian itu. Sadarilah semua yang ada di dunia ini adalah titipan Allah SWT,” beber Ustad Fakhruddin.

 

Ditambahkannya, Solat adalah solusi segala permasalahan hidup dan jangan sampai solat ini dijadikan kewajiban, karena akan berat dalam menjalankan. Solat akan ringan jika dijadikan sebuah kebutuhan. “Kalau punya masalah curhat lah kepada Allah SWT, salah satunya lewat solat. Mari kita ubah masalah atau ujian yang kita hadapi menjadi sebuah anugerah, agar kita selalu sabar dan bersyukur atas semua nikamt Allah Swt,” tegas Fakhruddin.(asa) 

Bagikan: