Peringatan Tahun Baru Islam Bukan Bid’ah, Ini Tuntunannya
Pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Dikutip dari Muhammadiyah.or.id bahwa menyambut tahun baru Islam tidak serta-merta dianggap bid’ah, tetapi hal ini sebagai media dakwah Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah tidak boleh latah ikut-ikutan, sebab di Muhammadiyah misalnya dalam urusan akhlak sudah ada pedomannya yaitu Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
Akhlak bermuhammadiyah ini sangat menentukan, karena 16 akhlak bermuhammadiyah itu luar biasa. Himpunan dari khittah-khittah perjuangan Muhammadiyah. Tafsir menuturkan, bahwa dalam Islam terdapat dua jenis hari besar, yaitu hari besar secara syariah dan hari besar secara budaya. Terdapat tiga hari besar secara syariah, yaitu hari idul fitri, iduladha, dan hari jumat.
Sementara hari besar secara budaya itu ada PHBI (Peringatan
Hari Besar Islam), 1 Muharram, 12 Rabiul Awal, 27 Rajab, kemudian 12 Ramadan.
Tahun baru hijriah, maulid nabi, kemudian isra’ mi’raj, nuzulul qur’an itu hari
besar secara budaya.
Dilansir dari laman Mahkamah Agung RI pta-banten.go.id ada beberapa kegiatan dan amalan yang
dapat dilakukan umat Islam pada momen ini yaitu ;
1. Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari
Asyura (10 Muharram), sangat dianjurkan dalam Islam. Nabi Muhammad SAW
bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di
bulan Allah, yaitu Muharram..." (HR. Muslim). Puasa Asyura memiliki
keutamaan yang besar, yaitu dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang
lalu. Selain puasa Asyura, umat Muslim juga dianjurkan untuk berpuasa pada hari
Tasu'a (9 Muharram) sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengikuti sunnah Nabi.
2. Ibadah Lainnya yang Dianjurkan
Selain puasa, ada beberapa ibadah lain yang
dianjurkan di bulan Muharram. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir,
membaca Al-Qur'an, dan melakukan shalat sunnah. Melakukan shalat sunnah seperti
shalat Dhuha, Tahajjud, dan rawatib sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal
kebaikan. Dzikir dan doa juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan
dengan Allah SWT, serta memohon ampunan dan keberkahan di tahun yang baru.
3. Kegiatan Sosial dan Keagamaan
Di bulan Muharram, khususnya saat menyambut
Tahun Baru Islam, banyak umat Muslim yang mengadakan pengajian, ceramah, dan
majelis taklim. Acara-acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang
makna hijrah dan pentingnya tahun baru dalam Islam. Umat Muslim diajak untuk merenungkan
nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan mengambil hikmah dari
peristiwa hijrah. Melalui ceramah dan majelis taklim, mereka juga mendapatkan
bimbingan dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam.
4. Kegiatan Sosial seperti Sedekah dan Bakti
Sosial
Selain ibadah individual, kegiatan sosial
juga menjadi bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Islam. Banyak komunitas
Muslim yang mengadakan kegiatan sedekah, membagikan makanan kepada fakir
miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Bakti sosial, seperti
membersihkan lingkungan, membantu tetangga, dan mengunjungi orang sakit, juga
dilakukan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Kegiatan-kegiatan ini tidak
hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan
mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sosial.
Mengutip laman ybmbrilian.id
ada 3 cara Memaknai Tahun Baru Islam 1448 H. Tahun
Baru Islam, 1 Muharram, memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Salah satu
peristiwa penting yang diperingati pada 1 Muharram ini merupakan Hijrah atau
perpindahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Mekah ke Madinah.
Hijrah merupakan titik balik bersejarah dalam Islam dan dijadikan awal dari
kalender hijriyah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
memaknai Tahun Baru Islam :
1. Sebagai Refleksi dan Renungan
Merenungkan
perjalanan hidup kita selama setahun terakhir dan melihat kembali momen-momen
pahit dan manis yang telah kita lalui, tentu menjadi bekal berharga untuk
melangkah ke depan dengan lebih baik. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita
mengisi setiap hari dalam setahun terakhir?
Dalam
refleksi ini, kita juga perlu menyadari dan mengakui segala kekurangan dan
kesalahan yang pernah kita lakukan. Tidak ada manusia yang sempurna, namun
dengan kesadaran akan kesalahan tersebut, kita dapat belajar untuk lebih baik
lagi ke depannya.
2. Semangat Baru dengan Menebar Kebaikan
Tahun
Baru Islam adalah saat yang tepat untuk menyemangati diri dan orang lain yang
berada disekitar kita dalam menebarkan kebaikan. Berbagai amalan kebaikan
seperti bersedekah, membantu sesama, dan berbuat baik kepada orang tua menjadi
ajang untuk meningkatkan keberkahan hidup.
Semangat
berbagi dan tolong-menolong hendaknya tidak hanya hadir pada momen-momen
tertentu, melainkan harus menjadi gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat yang
tinggi dalam berbuat kebaikan, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam
masyarakat dan dunia ini.
3. Menghadapi Tahun Baru dengan Penuh Harapan
Seiring
dengan pergantian tahun dalam kalender hijriyah, mari hadapi Tahun Baru Islam
1448 H dengan harapan dan semangat baru. Marilah kita tetap bersatu dalam
kebhinekaan, menghormati perbedaan, dan saling mendukung dalam membangun
masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Selamat
menyambut Tahun Baru Islam 1448 H Semoga kita semua diberkahi dan diberi
kekuatan untuk menjalani setiap hari dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Mari
jadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk berbenah diri dan menjadi lebih
baik dalam beribadah dan berkontribusi bagi dunia ini.(asa)