Peringatan Tahun Baru Islam Bukan Bid’ah, Ini Tuntunannya

Peringatan Tahun Baru Islam Bukan Bid’ah, Ini Tuntunannya

15 Juni 2026
Administrator
Dakwah 104 kali dibaca

Pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Dikutip dari Muhammadiyah.or.id bahwa menyambut tahun baru Islam tidak serta-merta dianggap bid’ah, tetapi hal ini sebagai media dakwah Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah tidak boleh latah ikut-ikutan, sebab di Muhammadiyah misalnya dalam urusan akhlak sudah ada pedomannya yaitu Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Akhlak bermuhammadiyah ini sangat menentukan, karena 16 akhlak bermuhammadiyah itu luar biasa. Himpunan dari khittah-khittah perjuangan Muhammadiyah. Tafsir menuturkan, bahwa dalam Islam terdapat dua jenis hari besar, yaitu hari besar secara syariah dan hari besar secara budaya. Terdapat tiga hari besar secara syariah, yaitu hari idul fitri, iduladha, dan hari jumat.

Sementara hari besar secara budaya itu ada PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), 1 Muharram, 12 Rabiul Awal, 27 Rajab, kemudian 12 Ramadan. Tahun baru hijriah, maulid nabi, kemudian isra’ mi’raj, nuzulul qur’an itu hari besar secara budaya.

Dilansir dari laman Mahkamah Agung RI pta-banten.go.id ada beberapa kegiatan dan amalan yang dapat dilakukan umat Islam pada momen ini yaitu ;

1.    Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari Asyura (10 Muharram), sangat dianjurkan dalam Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram..." (HR. Muslim). Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, yaitu dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Selain puasa Asyura, umat Muslim juga dianjurkan untuk berpuasa pada hari Tasu'a (9 Muharram) sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengikuti sunnah Nabi.

 

2.    Ibadah Lainnya yang Dianjurkan

Selain puasa, ada beberapa ibadah lain yang dianjurkan di bulan Muharram. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan melakukan shalat sunnah. Melakukan shalat sunnah seperti shalat Dhuha, Tahajjud, dan rawatib sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Dzikir dan doa juga menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta memohon ampunan dan keberkahan di tahun yang baru.

 

3.    Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Di bulan Muharram, khususnya saat menyambut Tahun Baru Islam, banyak umat Muslim yang mengadakan pengajian, ceramah, dan majelis taklim. Acara-acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang makna hijrah dan pentingnya tahun baru dalam Islam. Umat Muslim diajak untuk merenungkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan mengambil hikmah dari peristiwa hijrah. Melalui ceramah dan majelis taklim, mereka juga mendapatkan bimbingan dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam.

 

4.    Kegiatan Sosial seperti Sedekah dan Bakti Sosial

Selain ibadah individual, kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Islam. Banyak komunitas Muslim yang mengadakan kegiatan sedekah, membagikan makanan kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. Bakti sosial, seperti membersihkan lingkungan, membantu tetangga, dan mengunjungi orang sakit, juga dilakukan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sosial.

 

Mengutip laman ybmbrilian.id ada 3 cara Memaknai Tahun Baru Islam 1448 H. Tahun Baru Islam, 1 Muharram, memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Salah satu peristiwa penting yang diperingati pada 1 Muharram ini merupakan Hijrah atau perpindahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Mekah ke Madinah. Hijrah merupakan titik balik bersejarah dalam Islam dan dijadikan awal dari kalender hijriyah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memaknai Tahun Baru Islam :

1. Sebagai Refleksi dan Renungan

Merenungkan perjalanan hidup kita selama setahun terakhir dan melihat kembali momen-momen pahit dan manis yang telah kita lalui, tentu menjadi bekal berharga untuk melangkah ke depan dengan lebih baik. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengisi setiap hari dalam setahun terakhir?

Dalam refleksi ini, kita juga perlu menyadari dan mengakui segala kekurangan dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Tidak ada manusia yang sempurna, namun dengan kesadaran akan kesalahan tersebut, kita dapat belajar untuk lebih baik lagi ke depannya.

2. Semangat Baru dengan Menebar Kebaikan

Tahun Baru Islam adalah saat yang tepat untuk menyemangati diri dan orang lain yang berada disekitar kita dalam menebarkan kebaikan. Berbagai amalan kebaikan seperti bersedekah, membantu sesama, dan berbuat baik kepada orang tua menjadi ajang untuk meningkatkan keberkahan hidup.

Semangat berbagi dan tolong-menolong hendaknya tidak hanya hadir pada momen-momen tertentu, melainkan harus menjadi gaya hidup sehari-hari. Dengan semangat yang tinggi dalam berbuat kebaikan, kita dapat menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan dunia ini.

3. Menghadapi Tahun Baru dengan Penuh Harapan

Seiring dengan pergantian tahun dalam kalender hijriyah, mari hadapi Tahun Baru Islam 1448 H dengan harapan dan semangat baru. Marilah kita tetap bersatu dalam kebhinekaan, menghormati perbedaan, dan saling mendukung dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H Semoga kita semua diberkahi dan diberi kekuatan untuk menjalani setiap hari dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Mari jadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk berbenah diri dan menjadi lebih baik dalam beribadah dan berkontribusi bagi dunia ini.(asa)

 

Bagikan: