Rahasia Siklus 33 Tahun Ramadan: Mengapa Awal Puasa Selalu Bergeser?

Rahasia Siklus 33 Tahun Ramadan: Mengapa Awal Puasa Selalu Bergeser?

07 Maret 2026
Administrator
Pendidikan Islam 55 kali dibaca

Melansir informasi dari unggahan resmi Instagram @fai.umm, fenomena pergeseran awal Ramadan setiap tahunnya merupakan bagian dari siklus besar 33 tahun. Hal ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar atau peredaran bulan yang jumlah harinya lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi. Setiap tahun, awal bulan suci ini akan maju sekitar 10 hingga 12 hari dari posisi tahun sebelumnya.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai pedoman resmi. KHGT bertujuan untuk menyatukan penanggalan Islam di seluruh dunia agar lebih teratur, universal, dan ilmiah. Dengan kriteria ini, umat Islam dapat memprediksi waktu ibadah dengan lebih akurat dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Keindahan dari siklus 33 tahun ini adalah memungkinkan umat Islam merasakan Ramadan di berbagai musim yang berbeda secara bergantian. Di berbagai belahan bumi, puasa akan melewati musim dingin, semi, panas, hingga gugur. Fenomena ini menunjukkan keadilan dan keuniversalan syariat Islam yang tidak terpaku pada satu kondisi alam saja.

Berdasarkan data grafis, siklus saat ini berlangsung dari tahun 2026 hingga 2057 Masehi. Salah satu momen unik dalam siklus ini adalah terjadinya dua kali Ramadan dalam satu tahun Masehi, yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2030 mendatang. Pemahaman mengenai keteraturan ini diharapkan dapat menambah semangat warga persyarikatan dalam menjalankan ibadah dengan landasan ilmu.


Referensi:

Bagikan: