Resmikan Gedung Sekolah Muhammadiyah, Begini Pesan Penasihat Presiden
Seiring semakin tingginya minat para orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya di SD Muhammadiyah 1 kota Malang, membuat pihak sekolah yang ada di Jalan Kawi ini menambah gedung baru di Jalan KH Hasyim Asy’ari Gang II/13 kota setempat. Pada Minggu (19/7) kampus 2 dan TK Muhammadiyah (ABA 19) diresmikan oleh ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022–2027 yang membidangi ekonomi, bisnis, dan industri halal, Prof Dr Muhadjir Effendy M.Ap.
Dalam sambutannya, pria yang juga penasihat khusus presiden bidang jai
ini menyampaikan banyak pesan kepada warga Muhammadiyah di kota Malang mupun
pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah, terutama terkait peningkatan mutu
dan kualitas pendidikan agar nantinya dapat melahirkan generasi masa depan
bangsa yang berkemajuan, berdaya saing, bermoral dan berkarakter. Menurutnya,
untuk mewujudkan beberapa hal tersebut tentu tidak mudah.
Lebih detail, mantan Menko PMK itu menyampaikan bahwa dalam memajukan
dunia pendidikan dibutuhkan komitmen bersama, sarana prasarana penunjang yang memadai
hingga anggaran yang menopang harus disiapkan dengan baik. “Jadi untuk saat ini sudah tidak jamannya
lagi sekolah gratis, karena sekolah gratis sudah ditangani pemerintah, seperti saat ini
dengan adanya sekolah rakyat yang dicanangkan presiden RI Prabowo Subianto.
“Begitu juga dengan keberadaan sekolah khusus, seperti sekolah bagi Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK), saya tidak setuju. Karena nantinya akan berdampak
secara psikologis kepada anak, dimana anak tidak bisa merasakan bergaul dan
atau belajar bersama dengan anak normal. Ini saya terapkan di lembaga-lembaga pendidikan
Muhammadiyah, namun ABK bisa mendapat subsidi Pendidikan,” imbuh Muhadjir.
Lebih lanjut pria yang juga mantan rektor Universitas Muhammadiyah
Malang (UMM) tersebut menyampaikan, bahwa Pendidikan yang berkualitas menjadi
pondasi bagi setiap individu. Salah satu yang prioritas adalah terkait
pembelajaran Al-Qur’an secara masif, karena jika seorang anak belajar Al-Qur’an
dengan baik, maka untuk ilmu pengetahuan lainnya akan mengikuti juga dengan
baik.
“Hal tersebut harus dimulai sejak pendidikan dini, yaitu TK dan SD. Di tingkat sekolah dasar, siswa harus sudah lancar membaca Al-Qur’an, cara membacaanya benar dan bisa menulis arab. Terkait hal ini, di masyarakat kita buta huruf Al-Qur’an masih tergolong tinggi, sehingga hal ini menjadi salah satu pekerjaan rumah Muhammadiyah,” tuturnya.(asa)