UM Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Hasil Bumi
Universitas Muhammadiyah (UM) Maumere yang terletak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerapkan sebuah kebijakan administrasi yang sangat humanis dan solutif. Kampus ini memperbolehkan para mahasiswanya untuk membayar biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan komoditas hasil bumi dan hasil laut. Langkah inklusif ini diambil sebagai jalan keluar nyata untuk memitigasi tingginya angka putus kuliah akibat keterbatasan finansial di wilayah tersebut.
Kelonggaran ini memastikan bahwa tantangan ekonomi di daerah tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang keluarganya bergantung pada sektor agraria dan maritim.
Solusi Atasi Kendala Likuiditas Petani dan Nelayan NTT
Melansir ulasan ekonomi dari
Melihat kondisi tersebut, pihak manajemen UM Maumere berinisiatif menerima komoditas mentah maupun hasil tangkapan laut yang telah diawetkan (seperti ikan kering) sebagai pengganti uang tunai agar mahasiswa tidak perlu mengambil cuti kuliah akademis.
Mekanisme Transparan Konversi Hasil Panen Menjadi UKT
Untuk proses pembayarannya, mahasiswa cukup membawa hasil bumi atau laut milik keluarga mereka langsung ke bagian logistik atau koperasi kampus UM Maumere. Selanjutnya, pihak kampus bersama koperasi akan melakukan penimbangan serta penilaian nilai ekonomis dari komoditas tersebut secara transparan.
Taksiran nilai uangnya disesuaikan dengan harga pasar aktual yang berlaku saat itu. Jumlah nominal yang disepakati kemudian akan langsung dikonversikan untuk memotong saldo tagihan UKT mahasiswa secara adil, sementara hasil bumi yang terkumpul akan dikelola kembali oleh unit usaha kampus agar sirkulasi ekonomi lokal tetap berputar secara sehat.
Referensi:
Aspek ID: