Momentum Emas Pasca Ramadan: Amalan Penting 10 Hari Pertama Dzulhijjah Dakwah & Tabligh

Momentum Emas Pasca Ramadan: Amalan Penting 10 Hari Pertama Dzulhijjah

16 Mei 2026 Administrator 6 kali dibaca

Berdasarkan keputusan hasil hisab hakiki wujudul hilal, tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H resmi jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Mengutip langsung dari artikel resmi muhammadiyah.or.id, keutamaan bulan Zulhijah merupakan momentum berharga setelah Ramadan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh umat Muslim. Sepuluh hari pertama di bulan ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT, bahkan pahala amal shalih di dalamnya disebut mampu menandingi pahala jihad.

Bagi warga Persyarikatan dan umat Islam pada umumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah mengeluarkan panduan resmi mengenai aturan serta tuntunan ibadah yang dianjurkan sepanjang bulan mulia ini. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!


Tuntunan Amalan Utama di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Nabi Muhammad SAW dalam berbagai riwayat menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Muhammadiyah mengimbau umat Muslim untuk menghidupkan hari-hari tersebut dengan beberapa amalan utama berikut:

1. Memperbanyak Zikir (Takbir, Tahmid, dan Tahlil)

Mulai tanggal 1 Dzulhijjah (18 Mei 2026), umat Muslim disunnahkan untuk memperbanyak mempercantik lisan dengan berzikir. Membaca Allahu Akbar (Takbir), Alhamdulillah (Tahmid), dan Laa ilaha illallah (Tahlil) dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, baik setelah shalat, saat beraktivitas, maupun saat berada di tempat umum untuk syiar Islam.

2. Melaksanakan Puasa Sunnah dan Puasa Arafah

Salah satu amalan ego sektoral yang sangat ditekankan dalam amalan Zulhijah Muhammadiyah adalah berpuasa. Umat Muslim dianjurkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

Secara khusus, Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi yang melaksanakannya dengan ikhlas.

3. Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Sedekah

Zulhijah adalah bulan pengorbanan dan kepedulian. Muhammadiyah mendorong umatnya untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, melainkan juga ibadah sosial (kesalehan sosial) seperti memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, dan menyebarkan kemaslahatan di lingkungan sekitar.


Aturan Larangan Potong Kuku dan Rambut bagi Shahibul Qurban

Selain tuntunan amalan, terdapat aturan khusus yang sering menjadi pertanyaan di kalangan jamaah terkait ibadah qurban (udhiyah). Bagaimana aturan hukum memotong rambut dan kuku menjelang hari raya Idul Adha?

Berdasarkan tuntunan fikih Muhammadiyah yang bersumber dari hadis sahih riwayat Ummu Salamah, bagi siapa saja yang sudah berniat dan menetapkan diri sebagai Shahibul Qurban (orang yang berkurban), maka dianjurkan (sunnah) untuk TIDAK memotong rambut dan kuku mereka.

  • Kapan Aturan Ini Dimulai? Larangan ini berlaku mulai tanggal 1 Dzulhijjah (18 Mei 2026).

  • Kapan Aturan Ini Berakhir? Larangan mencukur rambut dan memotong kuku ini berakhir setelah hewan qurban miliknya selesai disembelih oleh petugas.

Penting dicatat bahwa aturan ini bersifat sunnah muakkadah bagi orang yang berkurban, bukan bagi hewan qurbannya, dan murni bertujuan agar seluruh bagian tubuh shahibul qurban ikut dibebaskan dari api neraka. Jika ada yang tidak sengaja memotongnya karena lupa, hal tersebut tidak membatalkan keabsahan ibadah qurbannya.


Kesimpulan: Optimalkan Hari-Hari Terbaik Sepanjang Tahun

Bulan Dzulhijjah adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Allah SWT setelah kita melewati bulan suci Ramadan. Dengan memahami dan mengamalkan aturan serta tuntunan resmi ini, diharapkan kualitas spiritual dan sosial kita sebagai Muslim dapat terus meningkat secara seimbang.

Referensi:

1. Muhammadiyah.or.id: https://muhammadiyah.or.id/2024/06/keutamaan-bulan-zulhijah-momentum-berharga-setelah-ramadan/

Bagikan Artikel: