Berikan Tausiyah, Haedar Nashir Tantang UMM Bertransformasi

Berikan Tausiyah, Haedar Nashir Tantang UMM Bertransformasi

15 Juni 2026
Administrator
Pendidikan 54 kali dibaca

Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terkemuka, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak cukup hanya mempertahankan capaian dan infrastruktur yang telah diraih. Keberhasilan yang diraih hari ini pantang membuat institusi terjebak dalam zona nyaman, mengingat perguruan tinggi negeri maupun swasta lain kini memiliki fleksibilitas pengelolaan dan inovasi yang bergerak sangat cepat.

Demikian yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., dalam tausiyah dan pengarahannya di auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6). Dalam momen ini, dia menantang UMM untuk bertransformasi dari sekadar kampus maju menjadi kampus pelopor. Pesan strategis dan tajam ini disampaikan guna merespons dinamika persaingan pendidikan tinggi saat ini.

Bagi PTMA dan para rektor, kata Haedar, jika tidak berani melakukan langkah yang lebih progresif, maka akan tertinggal, padahal saat ini kita merasa sudah berada di posisi yang cukup maju. Dalam pesannya dia juga mengingatkan pentingnya keberanian mengambil terobosan baru.

Untuk mewujudkan lompatan tersebut, Haedar menyoroti dua agenda besar yang wajib dipelopori oleh kampus putih UMM, yakni penguatan sektor ekonomi dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Menurutnya, pola pikir umat yang selama ini berfokus pada ekonomi menengah ke bawah harus segera didorong menuju penguasaan sektor industri, teknologi mutakhir, serta posisi strategis pengambil keputusan melalui peran strategis perguruan tinggi.

“Siapa yang mampu membangun sumber daya manusia berkarakter kuat, menguasai IPTEK, keahlian, dan memiliki jaringan yang luas, ke depan dia yang akan memberi kontribusi besar bagi masa depan Indonesia. UMM harus kembali menjadi pelopor dalam menghadirkan kemajuan tersebut,” papar tokoh kelahiran Bandung tersebut.

Ia juga menyempatkan diri untuk merefleksikan dan mengapresiasi perkembangan luar biasa yang telah dicapai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Ia menilai, infrastruktur pendidikan, ekosistem akademik, dan jejaring nasional maupun internasional yang saat ini dimiliki UMM adalah modal kuat yang dahulu sulit dibayangkan, yang terwujud berkat dedikasi serta gerakan dakwah persyarikatan.

“Kita sungguh bersyukur kepada Allah Swt atas segala anugerah ini. Saya yakin, berbagai capaian yang diraih hari ini lahir dari keikhlasan mereka yang terus berkhidmat membesarkan persyarikatan,” ujarnya.

Melalui pesan tersebut, Haedar menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari besarnya infrastruktur atau capaian institusi, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan SDM unggul yang mampu memimpin perubahan.(asa)

Bagikan: