Langkah Menyalakan Spirit Malik Fadjar Masa Kini
Upaya merawat wawasan dan semangat literasi Guru Bangsa, almarhum Prof. A. Malik Fadjar, terus direalisasikan melalui langkah inovatif yang relevan dengan generasi kiwari. Salah satu terobosan nyata tersebut adalah pengembangan sembilan inovasi purwarupa board game edukasi karya mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2025.
Karya kolaboratif bersama Lets Play Indonesia dan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute ini resmi diuji coba di hadapan para santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Jumat (19/6).
Direktur RBC Institute, Dr. Faizin, M.Pd., menegaskan bahwa media edukasi ini dirancang secara intensif selama tiga bulan sebagai langkah strategis memajukan pendidikan nasional, sekaligus mewariskan nilai-nilai intelektual ketokohan Abdul Malik Fadjar kepada generasi muda.
"Kami sangat berharap game-game inovatif ini nantinya tidak hanya beredar eksklusif di lingkungan PPI AMF, tetapi dapat didistribusikan secara nasional untuk mendongkrak kapasitas, kualitas pendidikan, dan mutu sumber daya manusia kita," tegasnya.
Manajer Riset RBC Institute AMF, Ahmad Sulaiman, M.Ed., M.Ag., menjelaskan bahwa proyek hilirisasi ini merupakan hasil integrasi delapan pertemuan kelas yang dirancang khusus sebagai instrumen pengukur ketangguhan psikologis (psychological capital) melalui skema pretest dan posttest. Dan kedepan akan di daftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual.
"Sembilan purwarupa game ini akan segera kami publikasikan ke dalam jurnal ilmiah bereputasi dan didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya atas nama institusi serta mahasiswa pembuatnya," paparnya.
Merespons lahirnya purwarupa inovatif tersebut, CEO Lets Play Indonesia, Arif Bawono Surya, sangat mengapresiasi kinerja mahasiswa dan mengarahkan agar evaluasi uji coba hari itu difokuskan murni pada fungsionalitas permainan oleh santri SMP dan SMA.
"Bagi teman-teman pembuat game, presentasikan karya kalian dan terbukalah menerima masukan. Upayakan penyempurnaan ke depan lebih difokuskan pada penguatan alur mekanika permainan atau gameplay, tanpa perlu merombak desain visual yang sudah sangat baik ini," pesannya.
Lahirnya sembilan board game ini membuktikan bahwa luaran akademik perguruan tinggi mampu bertransformasi menjadi instrumen dakwah pendidikan yang interaktif. Lebih dari sekadar medium bermain yang menyenangkan, inovasi ini menjadi tongkat estafet untuk menjaga nyala api literasi Abdul Malik Fadjar, guna memastikan generasi penerus bangsa tumbuh dengan kecerdasan kognitif dan ketangguhan mental yang mumpuni dalam merespons tantangan zaman.(asa)