Milad Aisyiyah 109 Kota Malang: Launching Layanan Terpadu
Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Malang baru saja memperingati Milad ke-109 dengan semangat yang berbeda. Mengusung tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian", acara ini menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam memberikan solusi nyata bagi problematika sosial dan hukum di Kota Malang.
Efisiensi dan kolaborasi dakwah kemanusiaan
Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Muslimah Rina Saadah, S.Pd., penyelenggaraan Milad tahun ini dikemas secara spesial dengan menggabungkan beberapa agenda besar sekaligus. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap edaran PP Muhammadiyah Nomor 5 Tahun 2026 mengenai imbauan efisiensi dan budaya hidup hemat.
Mengutip penjelasan dari Muslimah Rina Saadah, gerakan Aisyiyah di Kota Malang terus berupaya hadir melalui praksis sosial yang sejalan dengan aspek keagamaan. Melalui kolaborasi amal usaha di bidang hukum dan sosial, Aisyiyah berkomitmen memberikan perlindungan serta pemberdayaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Wisuda 86 kader Qoryah Thoyyibah Aisyiyah
Berdasarkan pidato Milad dari Ketua PDA Kota Malang, Dra. Hj. Sri Herawati, salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah Wisuda Qoryah Thoyyibah. Prosesi ini merupakan wujud nyata dari keberlangsungan perkaderan di tubuh Aisyiyah yang menyentuh berbagai lintas usia, mulai dari remaja hingga lansia.
Menurut keterangan Dra. Hj. Sri Herawati, terdapat 86 wisudawati yang lulus tahun ini dari berbagai jenjang, yakni Kelas Kla (remaja), Kelas Bustan (ibu muda), hingga Kelas Kuliah (senior). Wisuda ini membuktikan bahwa semangat belajar dan berorganisasi di Aisyiyah tidak mengenal batas usia demi mewujudkan keluarga sakinah.
Peresmian layanan terpadu bagi masyarakat
Mengutip materi sambutan Dra. Hj. Sri Herawati, momen Milad ke-109 ini juga ditandai dengan launching Layanan Terpadu Aisyiyah. Layanan ini mengintegrasikan tiga lembaga penting, yaitu Lembaga Bantuan Hukum (LABH), Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah (Biksa), dan Balai Kesejahteraan Sosial (Bakesos).
Berdasarkan penjelasan resmi dalam acara tersebut, kehadiran Layanan Terpadu ini bertujuan untuk memberikan ruang aman, pendampingan hukum, serta solusi kesejahteraan bagi perempuan dan anak-anak. Inovasi ini diharapkan dapat memperpendek jarak antara masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan akses solusi yang tepat.
Apresiasi Pemkot Malang: Layanan terpadu ala Aisyiyah
Berdasarkan sambutan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Aisyiyah. Beliau menganalogikan Layanan Terpadu Aisyiyah ini layaknya "Mall Pelayanan Publik" versi organisasi kemasyarakatan yang sangat membantu tugas pemerintah.
Mengutip pernyataan Ali Muthohirin, kontribusi organisasi seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah sangat besar dalam pembangunan bangsa, terutama dalam menangani isu-isu krusial seperti perwalian anak di panti asuhan dan penetapan Isbat Nikah. Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Aisyiyah guna memastikan hak-hak administratif dan perlindungan sosial seluruh warga Kota Malang terpenuhi dengan baik.