Langkah Pemkot Malang Atasi Kebakaran TPA Supit Urang
Pasca terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang di Mulyorejo kecamatan Sukun, Wakil Wali kota Malang Ali Muthohirin bersama sejumlah pihak pada Kamis (22/10) meninjau lokasi kebakaran. Terkait hal ini, terjadinya kebakaran di TPA ini terjadi pada Rabu (21/10) siang yang dipicu karena cuaca ektrem, dimana panas cukup tinggi sehingga memicu percikan api.
Hingga Kamis (22/10) sejumlah petugas dari TNI-Polri, dinas lingkungan hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), Pemadam Kebakaran kota Malang serta pihak lain terus berupaya memadamkan kepulan asap di beberapa titik. Dari 30 hektar, area yang terbakar sekitar 8 hektar.
Usai meninjau lokasi kebakaran, Wawali Ali menggelar koordinasi penanganan kebakaran ini dengan jajaran Forkopimda. Hasilnya, peralatan pemadaman seperti mobil pengangkut air, pemukul api dan para personil akan ditambah tiga kali lipat dari yang ada saat ini. “Nantinya kemungkinan ada 16 mobil pengangkut air dan 8 alat pemukul api,” ungkapnya.
Jika selama ini pemadaman dalam 2 jam dapat menyelesaikan 200 meter, terang pria yang kerab disapa Sam Ali itu, karena personil dan peralatannya lebih banyak, maka ditargetkan akan mencapai 400 hingga 600 meter. “Peralatan tersebut, kita datangkan dari Polresta Malang dan Kodim di Malang raya serta dari kalangan swasta, sehingga dalam 3 hingga 4 hari kedepan tidak ada lagi kepulan asap di TPA ini,” jelasnya.
Selama ini dan dari kejadian serupa, lanjut Ali, memang ada kendala dari personil yang minim dan peralatan yang kurang memadai. Namun yang tetap akan diantisipasi adalah faktor alam, seperti angin kencang dan lokasi TPA yang sulit dijangkau dalam skala besar ketika terjadi kebakaran. “Semoga dengan adanya penambahan peralatan dan personil ini pemadaman bisa segera diselesaikan,” urainya.(saf)